PERDEBATAN MASYARAKAT MENGENAI NEW NORMAL

Di Indonesia , new normal masih menjadi suatu hal yang masih di perdebatkan hingga kini. Banyak yang menganggap new normal sebenarnya jangan dulu di lakukan , karena melihat keadaan negara yang semakin kritis di akibatkan oleh kasus virus corona. Salah satunya ialah perdebatan masyarakat dengan pemerintah terkait akan dilaksanakannya new normal.
Padahal, new normal sendiri pemerintah telah mengandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar untuk merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali namun tetap aman dari Covid-19. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih lebih memilih untuk karantina dan mereka akan keluar rumah jika di rasa sangat urgent.
Menutur dari kementrian kesehatan, nantinya satuan petugas Covid-19 DPR akan berkoordinasi ke kementerian / lembaga lainnya untuk ikut andil dalam penerapan protokol New Normal di setiap bidang seperti keagamaan , pendidikan, industri dan transportasi.
Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah akan menerapkan konsep new normal dengan membuka kembali lapangan pekerjaan yang sempat tutup karena merebaknya pandemi. Selain itu, berbagai tempat umum akan dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah.
Pada hakikatnya, new normal diterapkan guna menyelamatkan ekonomi negara. Banyak perusahaan swasta bahkan perusahaan negara yang mengalami kerugian yang anjlok setiap harinya, dan juga banyak warga yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Maka dari itu, new normal dirasa akan menjadikan kehidupan “baru” yang bisa menyelamatkan perekonomian.
Di samping itu mungkin masyarakat ada yang beranggapan bahwa semua ini adalah mengorbankan kesehatan,apalagi virus corona belum sepenuhnya hilang, bahkan semakin hari makin bertambah seiring dengan waktu. Tetapi, meskipun ada yang beranggapan seperti itu, pemerintah juga tidak tinggal diam dan pemerintah juga pastinya telah mewajibkan protokoler kesehatan untuk tempat –tempat yang akan di buka kembali untuk umum seperti Mall,bioskop,kafe restoran bahkan pantai.
Seperti contohnya mall yang jumlah pengunjung etiap harinya di batasi, restoran dan tempat makan juga yang setiap harinya di batas dan mewajibkan agar pengunjung untuk menjaga jarak ketika makan atau pada saat mengantre.
Jika dirasa untuk sebagian orang masih belum setuju adanya penerapan sistem new normal ini, ada baiknya untuk mempelajari apa itu new normal dan apa saja yang harus kita lakukan untuk menghadapinya. Karena meskipun ini semua menjadi bahan perdebatan ditengah masyarakat, tetapi ini juga menjadi momen pembuka kehidupan baru di tengah pandemi deperti sekarang ini.
Lalu pada masa di berlakukannya new normal ini yang harus dilakukan adalah menyiapkan materi sosialisasi yang jelas kepada masyarakat luas agar tidak mengakibatkan perdebatan yang semakin berkonflik besar. Menutur dari perkataan Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangannya di Graha BNPB, “Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari COVID-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru”
Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran semua orang agar new normal dapat berjalan dengan baik.
“Siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” ujar Yuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *